Isi rumen pada hakekatnya adalah bahan
bahan makanan yang terdapat dalam rumen sapi. Kategori limbah ini terjadi
ketika ternak tersebut siap di potong di RPH Rumah Pemotngan Hewan. Isi rumen
merupakan digesta yang telah sempat terfermentasikan tapi belum sempurna dan
belum sempat di manfaatkan oleh ternak induk semang.
Rumen adalah
salah satu bagian lambung ternak ruminansia (memamah biak) seperti sapi,
kerbau, kambing dan domba. Di dalam rumen ternak ruminansia hidup berbagai
mikroba seperti bakteri, protozoa, fungi dan yeast. Mikroba ini berfungsi
sebagai fermentor di dalam rumen tersebut. Di dalam rumen ternak ruminansia
(sapi, kerbau, kambing dan domba) terdapat populasi mikroba yang cukup banyak
jumlahnya. Cairan rumen mengandung bakteri dan protozoa. Konsentrasi bakteri
sekitar 10 pangkat 9 setiap cc isi rumen, sedangkan protozoa bervariasi sekitar
10 pangkat 5 - 10 pangkat 6 setiap cc isi rumen (Tillman, 1991). Isi rumen
diperoleh dari rumah potong hewan. Isi rumen kaya akan nutrisi, limbah ini sebenarnya
sangat potensial bila dimanfaatkan sebagai pakan ternak ataupun starter
dekomposer dalam pembuatan pupuk kompos. Kandungan rumen sapi menurut Rasyid
(1981), meliputi protein 8,86%, lemak 2,60%, serat kasar 28,78%, kalsium 0,53%,
phospor 0,55%, BETN 41,24%, abu 18,54%, dan air 10,92%.
Isi rumen dapat dimanfaatkan sebagai starter apabila diproses terlebih dahulu mengingat kandungannya yang kaya akan nutrisi dan mikroorganisme. Starter isi rumen adalah starter yang terbuat dari isi rumen ternak ruminansia. Starter isi rumen dapat dimanfaatkan untuk biakkan bakteri/mikroba di dalamnya sebagai starter pembuatan kompos/pupuk organik dan fermentasi limbah hasil pertanian seperti jerami.
Starter isi
rumen adalah starter yang dibuat dari isi rumen ternak ruminansia. Isi rumen
ternak ruminansia banyak mengandung mikroorganisme yang berpotensi sebagai
biakan mikroba untuk mempercepat proses fermentasi.
Cairan rumen merupakan lingkungan yang
baik bagi pertumbuhan mikrobia, di duga 10% bobot cairan rumen terdiri atas
protoplasma mikrobia. Mikroba rumen kehidupannya di pengaruhi oleh keadaan
sekitarnya. Suhu rumen berkisar antara 39-40 C dengan PH 5,5 – 7 memberikan
kehidupan optimal bagi mikroba dalam rumen.
Dalam isi rumen terdapat 10 kelompok bakteri yaitu
- bakteri selulolitik,
- bakteri pencerna hemiselulosa,
- bakteri amilolitik,
- bakteri pencerna gula,
- bakteri pemakai asam,
- bakteri proteolitik,
- bakteri penghasil ammonia,
- bakteri penghasil metan,
- bakteri lipolitik,
- bakteri pensintesisi vitamin.
Protein kasar ; 8,42 %
lemak : 2,6 %
Isi sel : 29,4 %
Hemiselulosa : 33,5 %
Selulosa : 22,45 %
Lignin : 5,43 %
Silikat : 9, 42 %
serat kasar : 28,78 %
Ca : 0,53 %
P : 0,55 %
BETN : 44,24 %
abu : 18,54 %
air : 10,92 %
Isi sel : 29,4 %
Hemiselulosa : 33,5 %
Selulosa : 22,45 %
Lignin : 5,43 %
Silikat : 9, 42 %
serat kasar : 28,78 %
Ca : 0,53 %
P : 0,55 %
BETN : 44,24 %
abu : 18,54 %
air : 10,92 %
Mikroba dalam rumen berpotensi untuk
mencerna bahan berkadar selulosa tinggi seperti jerami dan pucuk daun tebu di
banding isi rumen kambing, karena total mikrobia selulolitik sapi lebih tinggi
di banding total mikrobia selulolitik kambing ( 2,2 x 10 pangkat 4 VS 4,2 x 10
pangkat 3 sel/gram )Berdasar kandungan nutrisi di atas ,maka isi rumen sapi yang belum menjadi feces/kotoran dlam jumlah atau perbandingan tertentu dapat di jadikan bahan campuran pakan ternak. Dan hal ini telah mendapatkan perhatiaan dari banyak pakar.

